Diduga Bingung Biaya Anak Masuk Ponpes, IRT di Kradenan Nekat Gantung Diri - Antara Kita

Diduga Bingung Biaya Anak Masuk Ponpes, IRT di Kradenan Nekat Gantung Diri

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRADENAN, ANTARAKITA.CO.ID – Warga Dusun Mojorembun, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan mendadak geger pada Selasa (23/6) pagi kemarin. Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial M, 41, ditemukan tewas mengenaskan dengan cara gantung diri di ruang keluarga rumahnya sendiri. Ibu satu anak tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi memikirkan biaya sekolah sang anak yang ingin masuk ke pondok pesantren (ponpes).

Informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, R, 44, bersama anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, keduanya baru saja tiba di rumah setelah melakukan perjalanan dari wilayah Kecamatan Kedungtuban.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Korban M berniat pulang ke rumahnya di Kecamatan Kradenan dari rumah mertuanya di Kecamatan Kedungtuban dengan berjalan kaki. Mengetahui hal itu, sang suami melarang dan memilih mengantarkan korban menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di rumah sekitar pukul 05.00 WIB, korban meminta suaminya untuk kembali lagi ke Kedungtuban guna menjemput anak mereka. Tanpa menaruh curiga, R langsung menuruti permintaan sang istri.

Petaka terjadi saat R dan anaknya kembali ke rumah satu jam kemudian. Saat membuka pintu rumah, R tersentak kaget. Dia mendapati istrinya sudah dalam posisi tergantung di blandar (pengeret) ruang keluarga menggunakan seutas tali tampar plastik berwarna kuning.

Seketika tangis histeris suami dan anak korban pecah, memecah keheningan pagi. Teriakan tersebut mengundang kedatangan Lamini, 61, warga setempat yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kradenan.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Petugas dari Polsek Kradenan bersama tim medis segera menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni bunuh diri,” kata AKP Midiyono.

Terkait motif aksi nekat korban, AKP Midiyono menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, diduga kuat korban mengalami beban pikiran mendalam terkait masalah ekonomi. Sebelum kejadian, korban dan suaminya memang sempat membahas rencana biaya sekolah anak mereka yang berniat masuk ke pondok pesantren.

“Dugaan sementara, korban mengalami kesulitan ekonomi terkait biaya anaknya yang ingin masuk pondok pesantren. Hal tersebut diduga memicu beban pikiran hingga korban melakukan tindakan nekat,” urainya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar plastik berwarna kuning yang digunakan korban. Setelah dilakukan pemeriksaan luar, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran
Wiraswasta Asal Semarang Meninggal di Lorong Hotel Blora, Polisi Temukan Obat Jantung di Saku Celana
Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes
Air Mata Wabup Setyorini di Puing Kebakaran Kedungtuban
Warga Urunan Bangun Jalan Sendiri dan Viral, Bupati Blora Langsung ‘Gercep’ Cek Lokasi
Polda Jateng Jatuhkan Sanksi Patsus 2 Polisi Penipu Rp2,6 Miliar Bermodus Lolos Akpol
Puluhan Warga Blora Desak Penegakan Perda, Soroti Miras dan Prostitusi Terselubung

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:57 WIB

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:06 WIB

Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:43 WIB

Wiraswasta Asal Semarang Meninggal di Lorong Hotel Blora, Polisi Temukan Obat Jantung di Saku Celana

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:30 WIB

Diduga Bingung Biaya Anak Masuk Ponpes, IRT di Kradenan Nekat Gantung Diri

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:22 WIB

Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes

Berita Terbaru

Pendidikan

Wisuda PEM Akamigas: Anak Cepu Pembuka Jalan

Senin, 20 Jul 2026 - 02:43 WIB