Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08 - Antara Kita

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

- Editor

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARAKITA.CO.ID, BOGOR – ​Sabtu malam. Di sebuah warung angkringan di Bogor. Asap teh hangat masih mengepul dari cangkir. Di meja kayu sederhana itu, Ares Munandar duduk santai.

​Tidak ada meja kantor yang mentereng. Tidak ada AC dingin. Tapi justru dari sana sebuah komitmen besar diucapkan. Ares resmi menjabat Bendahara Umum Brigade Prabowo 08 (BPP 08).

Tugas berat? Pasti. Mengelola keuangan organisasi besar tentu bukan urusan sepele. Salah kelola sedikit, pusingnya bisa berhari-hari.

Tapi Ares tampak tenang. Di depan para kader dan warga yang sedang asyik “nge-teh bareng”, ia langsung to the point. “Siap. Saya bertanggung jawab,” tegasnya.

Prinsipnya sederhana tapi menohok. Ada tiga jurus utama yang bakal ia dorong di BPP 08.

Pertama, Transparansi. Bagi Ares, keuangan organisasi itu harus bening seperti air di pegunungan. Tertib administrasi. Transparan. Setiap rupiah harus jelas juntrungannya. Dari mana datangnya dan ke mana perginya. Kalau keuangannya rapi, publik percaya, pemerintah pun respek.

Kedua, Payung Hukum. Organisasi kalau mau geraknya lincah, hukumnya harus beres dulu. Jangan sampai di tengah jalan tersandung legalitas. BPP 08 harus punya benteng hukum yang kuat. Bukan cuma buat pengurus pusat, tapi juga buat membentengi kader-kader di daerah agar bisa bekerja dengan tenang dan aman.

Ketiga. Ekonomi Kerakyatan. Ini yang paling menarik. Ares tidak ingin BPP 08 cuma sibuk berwacana politik. Harus ada wujud nyatanya buat perut masyarakat. Caranya? Sinergi dengan UMKM, koperasi, dan pelaku usaha. Bikin lapangan kerja baru. Hidupkan ekonomi riil.

Yang bikin saya angkat topi, cara Ares menyerap aspirasi. Ia tidak mau hanya duduk manis mendengarkan laporan dari balik meja kerja. Ia justru memilih nongkrong di angkringan. Ngobrol santai sambil minum teh. Tanpa sekat. Tanpa kekakuan formalitas.

Sebab, dari warung kopi dan meja angkringan itulah suara rakyat yang sesungguhnya paling jujur terdengar. Ide-ide segar sering kali muncul bukan di ruang rapat yang dingin, tapi dari obrolan hangat di pinggir jalan.

Kini, tugas baru sudah menanti. Langkah awal sudah diayunkan dari meja angkringan. Organisasinya kuat, hukumnya tertib, ekonominya jalan.

Sederhana, tapi telak. Kita tunggu saja gebrakan berikutnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan
Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa
Program MBG Wajib Borong Bahan Pangan dari Desa
Gedung Belum Selesai, Siswa SRMA 18 Blora Dititipkan ke Rembang
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda
Diplomasi Lontong Opor Pak Pangat: Cara Bupati Blora “Menaklukkan” Lidah Pejabat Pusat
Hebat! 23 Mahasiswa Sorong Lolos Masuk ‘Kawah Candradimuka’ Pertamina
Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 04:36 WIB

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 September 2026 - 04:27 WIB

Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:27 WIB

Program MBG Wajib Borong Bahan Pangan dari Desa

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:21 WIB

Gedung Belum Selesai, Siswa SRMA 18 Blora Dititipkan ke Rembang

Berita Terbaru

Blora

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 Sep 2026 - 04:36 WIB

Nasional

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Sabtu, 1 Agu 2026 - 14:14 WIB