Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran - Antara Kita

Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran

- Editor

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, ANTARAKITA.CO.ID – Praktik ilegal penyalahgunaan gas subsidi kembali dibongkar. Sebuah lokasi pengoplosan gas LPG ukuran 3 kilogram (melon) di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, digerebek aparat kepolisian setempat. Dari lokasi yang berdiri di atas lahan milik warga bernama Mbah Marmin tersebut, petugas mengamankan beberapa orang terduga pelaku serta ratusan tabung gas LPG 3 Kg dan 12 kg.

Informasi yang dihimpun, aksi penggerebekan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas langsung mengepung lokasi setelah mendapatkan laporan mengenai aktivitas mencurigakan di area pekarangan tersebut.

Kepala Dusun (Kadus) Nglencong, Mbah Jadi, membenarkan adanya penggerebekan di wilayahnya. Ia mengaku awalnya didatangi oleh ketua RT setempat untuk menyaksikan proses penertiban tersebut sebagai perwakilan dari pihak desa.

“Saya diparani (didatangi) Pak RT, diajak ke lokasi untuk menyaksikan. Ternyata memang ada penggerebekan dari Polres terkait pengoplosan gas LPG 3 kg,” ujar Mbah Jadi saat dikonfirmasi.

Menurut pantauannya di lokasi kejadian, petugas mengamankan ratusan tabung gas melon bersubsidi serta puluhan tabung gas nonsubsidi berukuran jumbo. Pola yang digunakan pelaku adalah memindahkan isi gas subsidi ke tabung nonsubsidi untuk meraup keuntungan pribadi.

“Ada sekitar 100 lebih tabung ukuran 3 kg atau setara satu rit. Sementara untuk tabung ukuran 12 kg jumlahnya puluhan. Modusnya, isi dari tabung 3 kg dimasukkan (dioplos) ke tabung 50 kg,” jelasnya.

Selain ratusan tabung gas siap edar dan alat pengoplosan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain di lokasi kejadian. Di antaranya 5 hingga 6 unit sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana transportasi operasional. Dua Truk termasuk terduga pelaku.

“Ada sekitar Lima sampai enam orang yang diamankan petugas. Pengamanan selesai sekitar pukul 11.00 WIB,” imbuh Mbah Jadi.

Aktivitas ilegal ini rupanya sempat memicu kekhawatiran warga sekitar. Supadiyono, salah satu warga setempat, mengaku bahwa praktik lancung tersebut baru berjalan sekitar dua hingga 3 minggu terakhir. Selama itu pula, warga kerap mencium bau gas yang sangat menyengat dari arah lokasi pengoplosan.

“Baru sekitar dua kali ini (aktivitas oplos). Saat proses pengoplosan itu baunya sangat menyengat. Kami sebenarnya sempat khawatir dan was-was kalau sampai terjadi kebakaran,” aku Supadiyono cemas.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah mengenai penggerebekan ini, pihak kepolisian tampaknya masih melakukan pendalaman. Kasat Reskrim Polres Blora menyatakan belum menerima laporan detail terkait pengungkapan kasus pengoplosan elpiji bersubsidi di wilayah Kunduran tersebut.

“Saya belum mendapat laporan (adanya penggerebekan lokasi pengoplosan gas LPG 3 kg). Kebetulan hari ini saya baru ada giat dinas di Kudus,” jawabnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda
Blora Menggandeng UNISMA
Wiraswasta Asal Semarang Meninggal di Lorong Hotel Blora, Polisi Temukan Obat Jantung di Saku Celana
Diduga Bingung Biaya Anak Masuk Ponpes, IRT di Kradenan Nekat Gantung Diri
Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, BPS Blora Gaungkan Jurus ‘TIR’
Blora Mencuri Start
Blora, Setyorini, dan Selusin WTP

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:57 WIB

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:06 WIB

Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:43 WIB

Wiraswasta Asal Semarang Meninggal di Lorong Hotel Blora, Polisi Temukan Obat Jantung di Saku Celana

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:30 WIB

Diduga Bingung Biaya Anak Masuk Ponpes, IRT di Kradenan Nekat Gantung Diri

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:22 WIB

Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes

Berita Terbaru

Pendidikan

Wisuda PEM Akamigas: Anak Cepu Pembuka Jalan

Senin, 20 Jul 2026 - 02:43 WIB