BLORA, ANTARAKITA.CO.ID — Pagi itu masih remang-remang. Jarum jam baru menunjuk angka 05.10 WIB. Ketika pintu Kamar B-1 Hotel Air Mancur, Kelurahan Kunden, Blora, terbuka, sebuah pemandangan mengejutkan tersaji di depan mata.
Seorang pria tergeletak tengkurap di lantai lorong hotel. Tak bergerak. Di dekat wajahnya, ada bercak darah yang mulai mengering.
Pria itu adalah ES. Usianya 52 tahun. Seorang wiraswasta asal Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Subuh itu, perjalanannya di dunia berakhir di sebuah lorong hotel di Blora.
Penemuan itu langsung bikin geger. Saksi yang merupakan tamu kamar sebelah segera melapor ke penjaga hotel, yang kemudian diteruskan ke Polsek Blora. Tak lama, tim gabungan Satreskrim Polres Blora dan tim medis datang. Olah TKP dilakukan. Jenazah dievakuasi ke RSUD dr. R. Soetijono Blora.
Awalnya, keberadaan bercak darah dan luka di tubuh ES sempat memicu tanda tanya. Apakah ini korban kriminalitas? Korban pembunuhan?
Polisi bergerak cepat. Dan hasilnya bersih. Tidak ada indikasi kekerasan atau tindak pidana.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, melalui Kasihumas AKP Midiyono, membeberkan fakta medisnya. ES meninggal murni karena serangan jantung mendadak.
“Di saku celana korban ditemukan obat isosorbide. Itu obat pereda nyeri untuk penderita penyakit jantung,” ungkap AKP Midiyono, Rabu (24/06/2026).
Soal luka robek di batang hidung, bibir atas bagian dalam, dan lecet di lutut kiri, itu bukan karena dihantam orang lain. Analisis forensik menyimpulkan luka-luka itu muncul akibat benturan keras saat korban mendadak tumbang. Ambruk dari posisi berdiri, langsung menghantam lantai dengan posisi tengkurap.
Serangan jantung memang sekejam itu. Datang bagai pencuri di malam hari. Begitu menyerang, tubuh kehilangan kendali dalam hitungan detik.
Di parkiran hotel, sebuah Isuzu Panther warna hitam bernomor polisi H 1412 CP masih terparkir rapi. Mobil itu milik ES. Di dalam kamarnya, polisi juga mengamankan pakaian, sejumlah uang tunai, dokumen pribadi, buku rekening, serta beberapa bungkus bekas obat yang sudah dikonsumsi.
Semua barang bukti itu kini diamankan, sementara polisi sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga ES di Semarang. Jenazah akan segera diserahkan agar bisa dipulangkan dan dimakamkan dengan layak oleh keluarga tercinta.
Kematian bisa menjemput siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Bahkan saat kita sedang berada jauh dari rumah, di sebuah lorong hotel yang sunyi, ketika dunia baru saja terbangun dari tidurnya. (*)











