AntaraKita.co.id, REMBANG – Setelah melangsungkan prosesi ziarah khusyuk di makam pahlawan emansipasi wanita, rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melanjutkan rangkaian agenda dengan melakukan “bedah sejarah” di Museum RA Kartini, Rembang, Senin (27/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata jajaran pimpinan daerah untuk mendalami kembali pemikiran dan rekam jejak perjuangan Raden Ajeng Kartini langsung dari peninggalan autentiknya.
Didampingi oleh pemandu museum, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, serta para kepala OPD dan Camat, berkeliling menyusuri setiap sudut bangunan yang dahulu merupakan tempat tinggal RA Kartini,
Rombongan tampak antusias mengamati berbagai koleksi.
Pertama, mulai dari Ruang Kerja & Karya Tulis , Rombongan melihat meja tulis tempat lahirnya surat-surat inspiratif yang kemudian dibukukan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Berikutnya, meninjau perangkat membatik, perabotan rumah tangga, hingga busana asli sang pejuang, Terakhir Diorama & Dokumentasi.
Rombongan mempelajari linimasa kehidupan Kartini melalui foto-foto sejarah yang terjaga rapi.
Bupati Arief mengungkapkan bahwa kunjungan ke museum ini bukan sekadar wisata sejarah, melainkan bentuk refleksi bagi para pejabat publik di Blora.

“Kami ingin melihat lebih dekat bagaimana pemikiran besar lahir dari kesederhanaan, Barang-barang di sini adalah saksi bisu betapa kuatnya tekad beliau , Ini yang ingin kita serap semangatnya untuk membangun Blora ke depan,” ungkap Bupati Arief.
Kegiatan bedah sejarah ini juga menjadi jembatan diplomasi budaya, Di sela-sela kunjungan, Bupati Arief berdiskusi dengan Bupati Rembang, Harno, mengenai pentingnya pelestarian aset sejarah sebagai identitas wilayah.
Bupati Harno mengapresiasi kehadiran rombongan dari Blora yang menaruh perhatian besar pada sejarah Kartini di Rembang.
Menurutnya, pemahaman sejarah yang kuat akan menjadi pondasi bagi pemimpin dalam mengambil kebijakan yang pro-rakyat.
”Maturnuwun Pak Bupati Rembang, sedulur saya , Kami diterima dengan luar biasa, Selain belajar sejarah, kami juga berdiskusi bagaimana Blora dan Rembang bisa terus bersinergi, terutama dalam bidang pembangunan dan pengembangan potensi daerah,” tambah Bupati Arief.
Kunjungan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga silaturahmi “sedulur” antara Rembang dan Blora tetap harmonis, sebagaimana semangat persaudaraan yang selalu diajarkan oleh RA Kartini. (*)











