Diplomasi Lontong Opor Pak Pangat: Cara Bupati Blora "Menaklukkan" Lidah Pejabat Pusat - Antara Kita

Diplomasi Lontong Opor Pak Pangat: Cara Bupati Blora “Menaklukkan” Lidah Pejabat Pusat

- Editor

Senin, 20 Juli 2026 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEPU, ANTARAKITA.CO.ID – Matahari Blora pada Jumat (17/7/2026) lalu sedang terik-teriknya. Tapi di salah satu sudut warung sederhana di Ngloram, hawa panas itu kalah oleh wangi gurih kuah santan kental dan harum daun pisang.

Di sana, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman sedang duduk tersenyum lebar. Di hadapannya bukan sembarang tamu. Ada Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Dr. Ir. Ahmad Erani Yustika, yang baru mendarat dari Jakarta. Tampak pula Direktur PEM Akamigas Cepu, Dr. Erdila Indriani.

Secara protokoler, pejabat sekelas Sekjen Kementerian biasanya dijamu di ruang VIP hotel berbintang. Pakai pendingin udara dingin, taplak meja putih, dan sendok garpu yang gemerincing.

Tapi Arief Rohman punya rumus lain. Sang Bupati justru memboyong rombongan pejabat ibu kota itu ke warung rakyat: Lontong Opor Pak Pangat Ngloram.

Bagi Arief, meja kayu warung lokal adalah meja diplomasi paling efektif. “Dari tampilannya saja sudah menggugah selera. Rasanya seperti suasana Lebaran terus kalau makan di sini,” seloroh Arief di sela suapannya.

Ini bukan sekadar urusan perut lapar. Arief sedang melancarkan taktik gerilya. Diplomasi kuliner. Ia membawa pembuat kebijakan nasional langsung ke jantung UMKM Blora. Tanpa sekat, tanpa piring porselen tebal.

Sebab, Arief paham betul: brosur wisata setebal apa pun bakal kalah sakti dibanding impresi lidah. Kalau lidah pejabat pusat sudah “terkunci” oleh cita rasa lokal, ingatan itu akan dibawa pulang ke Jakarta. Efek domino-nya? Pintu investasi dan perhatian pusat ke daerah bisa makin terbuka lebar.

Lantas, bagaimana reaksi sang Sekjen ESDM? Ternyata taktik Arief berhasil total. Prof. Erani yang terbiasa dengan menu jamuan formal tampak ketagihan.

“Dulu saya membayangkan opor paling enak itu dari kampung halaman saya atau daerah lain,” aku Prof. Erani jujur.

“Tapi setelah coba Lontong Opor Pak Pangat Ngloram ini, rasanya paling top. Yang lain gugur sebelum semifinal!” kelakarnya, disambut tawa lepas seisi warung.

Prof. Erani bahkan secara detail memuji tekstur lontongnya yang pas. Tidak terlalu padat, berpadu sempurna dengan kuah opor ayam kampung yang gurihnya mantap.

Pujian Spontan dari pejabat kementerian seperti ini adalah suntikan modal sosial yang luar biasa bagi UMKM daerah. Ini bukti sahih bahwa cita rasa kuliner Blora punya kelas tinggi, tak kalah dari resto bintang lima.

Bagi Pemkab Blora, Lontong Opor Pak Pangat hanyalah satu contoh dari ribuan UMKM yang sedang didorong naik kelas. Pemerintah daerah tidak cuma menjadikan UMKM sebagai lokasi foto jamuan, tapi juga mendampingi izin usaha, membantu digitalisasi pemasaran, hingga memfasilitasi sertifikasi halal dan branding.

Sebab Arief Rohman tahu: kemajuan Blora tak cuma dihitung dari panjangnya jalan beton yang dibangun, tapi dari seberapa hidup dapurnya rakyat kecil.

Lewat sepiring lontong opor di pinggir Ngloram, Blora sedang mengirim pesan ke ibu kota: bahwa di ujung Jawa Tengah ini, ada cita rasa yang legendaris, ekonomi warga yang tangguh, dan keramahan yang selalu siap menyambut siapa saja. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan
Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa
Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08
Bupati Blora Dorong PKK Kembangkan Ternak Ayam Kampung
Program MBG Wajib Borong Bahan Pangan dari Desa
Gedung Belum Selesai, Siswa SRMA 18 Blora Dititipkan ke Rembang
Progres Pembangunan Pasar Ngawen Blora Tembus 82 Persen
Pemkab Blora dan UGM Bangun Ekosistem Peternakan Ayam Kampung

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 04:36 WIB

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 September 2026 - 04:27 WIB

Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Bupati Blora Dorong PKK Kembangkan Ternak Ayam Kampung

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:27 WIB

Program MBG Wajib Borong Bahan Pangan dari Desa

Berita Terbaru

Blora

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 Sep 2026 - 04:36 WIB

Nasional

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Sabtu, 1 Agu 2026 - 14:14 WIB