ANTARAKITA.CO.ID, BLORA — Sebanyak 66 siswa tingkat SMA, SMK, dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’rif PWNU Jawa Tengah mengikuti Seleksi Nasional Program Magang ke Jepang. Kegiatan seremonial pembukaan tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jawa Tengah.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Blora, Arief Rohman yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis.
Turut mendampingi dalam prosesi tersebut, Wakil Ketua PWNU Jateng Agus Riyanto, Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng Fakhruddin Karmani, perwakilan Tim IM Japan Indonesia Nur Hidayat, serta perwakilan Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker RI, Yanti Apriyanti.
Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya LP Ma’arif PWNU Jateng meluluskan rata-rata 34 ribu siswa yang siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan ke perguruan tinggi.
Besarnya jumlah lulusan ini menjadi tantangan tersendiri bagi institusi untuk membuka akses dan peluang kerja seluas-luasnya, salah satunya melalui program pemagangan internasional ke Negeri Sakura.
“Awalnya ada 170 pendaftar, namun yang menyelesaikan registrasi sebanyak 67 orang, dan hadir mengikuti tahapan di Blora sebanyak 66 siswa. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Blora, tetapi juga mencakup beberapa daerah di Jawa Tengah,” jelas Fakhruddin.
Ia menambahkan, tahapan pra-seleksi di Blora ini melibatkan tim penguji dari IM Japan dan LP Ma’arif Jateng. Para peserta diberi pembekalan kisi-kisi selama tiga minggu melalui kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mitra sebelum melangkah ke babak seleksi final.
“Seleksi final dijadwalkan berlangsung di Kota Pekalongan pada 10 Agustus mendatang. Kami berharap para peserta memaksimalkan waktu persiapan yang ada,” imbuhnya.
Langkah kolaboratif antara LP Ma’arif, IM Japan, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Agus Riyanto. Menurutnya, program ini menjadi sarana konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini mencapai 4,7 persen atau sekitar 7 juta jiwa secara nasional.
“Program ini bukan sekadar bekerja, melainkan proses menimba ilmu dan mengadopsi budaya kerja Jepang yang disiplin, etis, dan produktif tanpa menghilangkan identitas budaya Indonesia. Ini momentum membentuk SDM unggul,” tegas Agus.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan rasa terima kasih atas dipercayanya Kabupaten Blora sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan seleksi nasional ini.
Bupati berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian proses dengan tekun, khususnya dalam penguasaan bahasa dan pemahaman budaya lokal Jepang.
“Ikuti dengan serius dan niat yang sungguh-sungguh. Pelajari tidak hanya sektor manufaktur dan infrastruktur, tetapi juga sektor pangan dan pertanian maju di sana. Kelak ketika sudah sukses, memiliki keahlian, dan modal yang kuat, kembalilah untuk membangun kampung halaman,” pesan Bupati Arief.
Ia juga berharap jangkauan program kerja sama luar negeri ini dapat terus diperluas ke negara-negara tujuan lain, seperti Korea Selatan, serta disosialisasikan lebih masif di masa mendatang.
Kesan mendalam dirasakan oleh salah satu peserta seleksi, Muhammad Rifai. Ia mengaku bangga sekaligus gugup menghadapi tahapan seleksi luar negeri pertamanya tersebut.
“Bahasanya beda, jadi tentu ada rasa dredeg (gugup). Tapi saya sudah belajar dan optimistis bisa lolos. Mohon doanya agar mendapatkan hasil terbaik,” tuturnya.
Suasana pembukaan diakhiri dengan aksi impresif seluruh peserta yang memberikan penghormatan secara serentak menggunakan bahasa Jepang, yang disambut aplaus meriah dari seluruh jajaran tamu undangan. (*)











