Pemkab Blora dan UGM Bangun Ekosistem Peternakan Ayam Kampung - Antara Kita

Pemkab Blora dan UGM Bangun Ekosistem Peternakan Ayam Kampung

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARAKITA.CO.ID, BLORA — Pemerintah Kabupaten Blora memperkuat komitmennya dalam menggenjot sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui langkah strategis. Kali ini, Pemkab Blora menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membangun ekosistem peternakan ayam kampung yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

Inisiatif kolaboratif tersebut dibahas secara mendalam dalam forum pengembangan ayam kampung yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Minggu (26/7/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman bersama jajaran guru besar UGM beberapa waktu lalu.

Sejumlah akademisi lintas disiplin dari kampus kerakyatan tersebut hadir langsung memaparkan gagasan mereka. Di antaranya adalah Prof. Yuny Erwanto, Prof. Bambang Suhartanto, Prof. Catur Sugiyanto, Prof. Lilik Sutiarso, Prof. Alva Edy Tontowi, serta peneliti unggas dari Fakultas Peternakan UGM, Dr. Heru Sasongko. Forum strategis ini turut dihadiri oleh Dinas PMD, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4), para camat se-Kabupaten Blora, kelompok peternak, hingga perwakilan petani milenial.

Dalam paparannya, Dr. Heru Sasongko menekankan bahwa pengembangan komoditas ayam lokal tidak boleh dilakukan secara parsial. Menurutnya, pendekatan konvensional seperti sekadar membagikan bibit atau menambah populasi tanpa pengelolaan yang benar tidak akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kalau ingin berhasil, yang dibangun bukan hanya kandangnya, tetapi ekosistem perayamannya. Rantai pasok mulai dari pembibitan, budidaya yang higienis, pengolahan hasil ternak, hingga kepastian pasar harus berjalan sinergis,” ujar Heru.

Ia juga menyoroti adanya tantangan krusial dalam dunia peternakan ayam rakyat, yakni terjadinya seleksi negatif selama bertahun-tahun. Peternak seringkali menjual ayam yang tumbuh paling cepat dan berukuran besar karena bernilai jual tinggi, sementara ayam dengan pertumbuhan kurang optimal justru dijadikan indukan. Akibatnya, kualitas genetik ayam kampung mengalami penurunan dari generasi ke generasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, UGM mendorong penerapan seleksi positif guna mempertahankan sumber daya genetik unggul ayam Nusantara. Selain itu, tim UGM memperkenalkan konsep Empat Pilar Keberhasilan Peternakan, yang meliputi penggunaan genetik unggul, nutrisi dan pakan optimal, manajemen pemeliharaan yang tepat melalui biosekuriti, serta penciptaan lingkungan kandang yang ideal.

Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyambut sangat baik kolaborasi strategis bersama UGM ini. Bupati menegaskan bahwa program ayam kampung akan menjadi pilar baru pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menyusul kesuksesan program pertanian organik yang digalakkan Pemkab Blora pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita fokus pada pertanian organik. Ke depan, kita ingin mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ayam kampung agar bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang langsung menyentuh keluarga berpenghasilan rendah,” ungkap Bupati Arief.

Ia menjelaskan, skema pemberdayaan ini terinspirasi dari keberhasilan program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora yang rutin memberikan bantuan modal awal berupa puluhan ekor ayam kepada keluarga kurang mampu. Ke depan, cakupan program akan diperluas agar tidak hanya menyasar warga prasejahtera, tetapi juga membina para peternak skala mikro agar mampu berkembang lebih profesional.

Guna memastikan efektivitas program di lapangan, Bupati menginstruksikan Dinas PMD agar mengintegrasikan agenda ini dengan program pemberdayaan di tingkat desa. Sementara itu, DP4 diminta untuk mengawal pendampingan teknis secara intensif, mulai dari aspek kesehatan ternak, manajemen pakan, hingga akses pemasaran. Para camat juga diminta proaktif memetakan potensi lokal di wilayah masing-masing.

Melalui sinergi akademisi dan kebijakan pemerintah daerah ini, Pemkab Blora optimis potensi peternakan rakyat mampu bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan warga pedesaan secara berkelanjutan. (Antarakita/Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan
Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa
Ratusan Barongan dan Barongsai Meriahkan Pawai Pembangunan Blora 2026
Bupati Blora Dorong PKK Kembangkan Ternak Ayam Kampung
Progres Pembangunan Pasar Ngawen Blora Tembus 82 Persen
AKBP Inggal Widya Resmi Jabat Kapolres Blora
Sertijab Kapolres Blora: AKBP Inggal Widya Resmi Menjabat, AKBP Wawan Andi Pamit
Pesan Menohok Sekda Komang: OPD Jangan Punya Agenda Sendiri, Harus Nyengkuyung Visi Misi Bupati Blora

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 04:36 WIB

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 September 2026 - 04:27 WIB

Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Ratusan Barongan dan Barongsai Meriahkan Pawai Pembangunan Blora 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Bupati Blora Dorong PKK Kembangkan Ternak Ayam Kampung

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:06 WIB

Progres Pembangunan Pasar Ngawen Blora Tembus 82 Persen

Berita Terbaru

Blora

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 Sep 2026 - 04:36 WIB

Nasional

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Sabtu, 1 Agu 2026 - 14:14 WIB