Mantra Blora di Job Fair 2026 - Antara Kita

Mantra Blora di Job Fair 2026

- Editor

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, ANTARAKITA.CO.ID– Mantranya hebat. Golek gawean gampang. Mencari pekerjaan itu mudah. Itu program orisinal Bupati Blora.

Rabu pagi lalu (10/6), mantra itu mewujud di GOR Mustika. Ribuan anak muda Blora tumplek blek di sana. Mereka berburu nasib di Blora Job Fair 2026.

Saya selalu suka suasana bursa kerja. Ada gairah di sana. Ada kecemasan yang berbalut harapan. Ada bau minyak wangi khas anak muda yang beradu dengan keringat perjuangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora, Endro Budi Darmawan, pasti tersenyum lega hari itu. Bagaimana tidak. Dia berhasil menyeret 34 perusahaan untuk buka lapak di Blora. Bukan cuma perusahaan lokal. Banyak yang dari luar daerah.

Angkanya luar biasa: 7.439 lowongan pekerjaan!

Bayangkan. Tujuh ribu lebih formasi disiapkan. Mulai dari yang butuh keahlian khusus sampai yang mengandalkan otot dan ketelitian.

Endro sampai hafal jenis lowongannya. Dia mencontohkan PT Anak Baik Sejahtera. Perusahaan ini borongan membuka lowongan: admin keuangan, HRD, outlet, public relation, desain grafis, kru gudang, distribusi, auditor, sales, kasir, CS, sampai sopir.

Belum lagi raksasa seperti PT Pungkook Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Cakra Naga Furniture, hingga jaringan ritel PT Indomarco Prismatama. Termasuk dunia perbankan.

Semua ada. Tinggal pilih. Asal cocok kualifikasi.

Tapi, hukum pasar kerja selalu sama. Ada supply, ada demand. Sering kali tidak ketemu di tengah.

Hingga hari pertama siang, baru 1.004 pencari kerja yang mendaftar. Mayoritas lulusan SMA/SMK sederajat. Dan tentu saja: fresh graduate. Masih gres. Masih berbau ijazah baru.

Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, yang membuka acara mewakili Bupati, tahu betul anatomi masalah ini.

“Masalahnya ada di information gap,” kata Komang. Jarak informasi.

Banyak anak muda di pelosok desa Blora—yang jauh dari kota—tidak tahu kalau ada lowongan. Sebaliknya, HRD perusahaan di kawasan industri pusing tujuh keliling mencari kandidat yang pas. Mereka seperti dua orang yang saling mencari di dalam kegelapan.

Maka, Job Fair dua hari ini adalah jembatannya. Penyelarasnya.

Sistemnya pun sudah modern. Tidak ada lagi antrean mengular bawa map cokelat tebal bikin gerah. Aditya, anak muda 20 tahun asal Japah, menceritakan pengalamannya. Dia datang bersama tiga temannya. Di pintu masuk, panitia menyodorkan barcode. Scan. Daftar online. Dapat nomor. Baru masuk.

“Bagus, jadi semua termonitor,” kata Aditya. Dia optimis. Pemuda zaman now memang harus begitu: akrab dengan teknologi dan penuh harapan.

Namun, yang paling menarik dari Blora Job Fair kali ini bukan hanya angka 7.439 lowongannya. Melainkan ide masa depan dari Pak Sekda.

Komang rupanya tidak mau kerja-kerja ini hanya jadi ritual setahun sekali. Habis seremoni, bubar. Dia ingin membuat lompatan digital.

“Ke depan, Job Fair harus digital. Bisa diakses 365 hari dalam setahun. Penuh,” harap Komang.

Dia ingin Dinperinaker membuat website khusus. Di dalamnya, seluruh HRD perusahaan terkoneksi langsung. Begitu ada lowongan menit ini, menit berikutnya sudah tayang di website. Warga Blora tinggal klik dari HP di rumah masing-masing. Sambil rebahan di desa, mereka bisa melamar kerja.

Ide itu cerdas. Sangat efisien.

Tentu, bursa kerja fisik seperti di GOR Mustika tetap perlu. Setahun dua kali lah, kata Sekda. Biar ada interaksi fisik. Biar calon pekerja tahu rasanya berjuang di lapangan.

Blora sedang bergerak. Dari daerah yang dulu sering diidentikkan dengan kekeringan, kini mulai menyiram harapan bagi anak-anak mudanya.

Kalau sistem digital 365 hari itu benar-benar terwujud, Blora bisa jadi pelopor. Dan mantra ‘golek gawean gampang’ bukan lagi sekadar janji politik di baliho, melainkan kenyataan yang bisa diklik lewat ujung jari.

Semoga Aditya dari Japah—dan ribuan anak muda Blora lainnya—bisa tersenyum lebar minggu depan. Sudah tidak menganggur lagi. Ditumpas oleh digitalisasi. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan
Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa
Ratusan Barongan dan Barongsai Meriahkan Pawai Pembangunan Blora 2026
Progres Pembangunan Pasar Ngawen Blora Tembus 82 Persen
AKBP Inggal Widya Resmi Jabat Kapolres Blora
Sertijab Kapolres Blora: AKBP Inggal Widya Resmi Menjabat, AKBP Wawan Andi Pamit
Pesan Menohok Sekda Komang: OPD Jangan Punya Agenda Sendiri, Harus Nyengkuyung Visi Misi Bupati Blora
Gubernur Jateng Setujui Dasiran Jadi Pj. Sekda Blora Gantikan Komang Gede

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 04:36 WIB

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 September 2026 - 04:27 WIB

Dilema Minyak Desa Gandu: Tujuh Jam Kades Tertahan di Balai Desa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Ratusan Barongan dan Barongsai Meriahkan Pawai Pembangunan Blora 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:06 WIB

Progres Pembangunan Pasar Ngawen Blora Tembus 82 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:55 WIB

AKBP Inggal Widya Resmi Jabat Kapolres Blora

Berita Terbaru

Blora

Blora Incar Pasar Ekspor Pangan

Selasa, 15 Sep 2026 - 04:36 WIB

Nasional

Dari Angkringan ke Kursi Bendahara BPP 08

Sabtu, 1 Agu 2026 - 14:14 WIB