Supplier CV. Defarro Sembada Diduga Tahan Dana Proyek Bongkar Ratoon Petani Tebu Blora - Antara Kita

Supplier CV. Defarro Sembada Diduga Tahan Dana Proyek Bongkar Ratoon Petani Tebu Blora

- Editor

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, ANTARAKITA.CO.ID — Program bantuan pemerintah berupa pengadaan benih tebu untuk kegiatan bongkar Ratoon Tanaman Tebu tahun anggaran 2025 di Kabupaten Blora menyisakan persoalan pelik. Sejumlah petani tebu Blora penerima manfaat mengeluhkan kinerja penyedia jasa (supplier) yang dinilai tidak amanah dan belum melunasi kewajiban pembayaran, meski program tersebut telah usai di tahun kemarin.

​Salah satu keluhan datang dari Mudho, seorang petani tebu asal Desa Balong, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Pada tahun 2025, Mudho yang juga Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Desa Balong mendapatkan alokasi program pemerintah berupa bongkar ratoon (bongkar rotun) seluas 7 hektar. Namun, dalam prosesnya, ia justru mengalami kerugian akibat ulah oknum supplier dari CV. Defarro Sembada.

Mudho menceritakan, awalnya ia dijadwalkan menerima kiriman bibit tebu dari rekanan utama, yakni CV. Defarro Sembada. Pada pengiriman pertama, ia menerima 3 rit bibit. Namun, pada pengiriman kedua sebanyak 2 rit yang dikirim oleh oknum supplier berinisial Nur (di bawah naungan CV. Defarro Sembada), kualitas bibit justru tidak layak tanam.

“Karena usianya tidak layak, yang 1 rit saya tolak dan dibawa kembali. Akibatnya kami kekurangan 3 rit bibit. Akhirnya, pihak supplier memutuskan membeli bibit milik saya sendiri sebanyak 3 rit untuk menutup kekurangan tersebut,” tegas Mudho.

Sayangnya, hingga saat ini, uang pembelian bibit milik Mudho tersebut belum dibayar sepenuhnya oleh oknum supplier tersebut. “Sekarang saya hubungi nomornya tidak merespon,” jelas Mudho dengan nada kecewa.

​Selain bantuan fisik berupa bibit, Mudho dan petani lainnya sebenarnya juga menerima dana Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp3,6 juta per hektar. Ia berharap program semacam ini bisa terus berjalan karena sangat membantu petani, hanya saja ia meminta agar ke depan tidak perlu lagi berurusan dengan supplier yang tidak amanah.

Saat dikonfirmasi, Nur selaku supplier dari CV. Defarro Sembada mengakui bahwa dirinya memang belum melunasi sisa pembayaran kepada Mudho.

Mengejutkannya, Nur berdalih uang proyek bongkar ratoon Blora tersebut telah digunakannya untuk urusan personal.
​”Iya, memang belum saya bayar sepenuhnya. Alasannya karena uangnya dipakai untuk kebutuhan pribadi saya,” terang Nur.

Meski demikian, Nur berjanji akan segera melunasi utangnya kepada petani setelah proses tebang tebu selesai dilakukan. “Habis tebang tebu, uang tersebut dipastikan akan dikembalikan dan dilunasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Dedy dari CV. Defarro Sembada selaku kontraktor utama menegaskan bahwa Nur memang benar merupakan salah satu supplier yang mereka gandeng. Namun, CV. Defarro Sembada memastikan bahwa seluruh urusan keuangan dan pembayaran dari perusahaan kepada pihak supplier sudah selesai 100 persen.

Pihak manajemen mengaku terkejut dan tidak tahu-menahu atas tindakan nakal oknum supplier-nya di lapangan. ​”Kami sudah membayar dan menyelesaikan seluruh keuangan bagi supplier. Kami tidak tahu ada kejadian seperti ini di bawah. Ini sudah keterlaluan, apalagi sudah bulan segini.

Terima kasih sudah diingatkan, setelah ini akan kami follow up,” ujar Dedy selaku perwakilan CV. Defarro Sembada.
Pihaknya berjanji akan langsung memerintahkan stafnya untuk melakukan cek silang (cross-check) di lapangan. Jika terbukti benar, CV. Defarro Sembada berkomitmen untuk menindak tegas dan memaksa Nur agar segera melunasi hak petani.

Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2025, CV. Defarro Sembada memegang proyek bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu seluas sekitar 750 hektar di Kabupaten Blora. Untuk memenuhi kebutuhan bibit yang masif tersebut, perusahaan menggandeng jaringan supplier agar distribusi bisa terpenuhi dan terdistribusi kepada para petani. (*)

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel antarakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran
Diplomasi Lontong Opor Pak Pangat: Cara Bupati Blora “Menaklukkan” Lidah Pejabat Pusat
Blora Menggandeng UNISMA
Hebat! 23 Mahasiswa Sorong Lolos Masuk ‘Kawah Candradimuka’ Pertamina
Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes
Almamater, Penghargaan, dan Cara Mas Arief Menggandeng Wamenkop
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, BPS Blora Gaungkan Jurus ‘TIR’

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:57 WIB

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Kasus “Asap Sampah” Mbah Jimah Resmi Ditunda

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:06 WIB

Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Elpiji Melon Bersubsidi di Kunduran

Senin, 20 Juli 2026 - 02:51 WIB

Diplomasi Lontong Opor Pak Pangat: Cara Bupati Blora “Menaklukkan” Lidah Pejabat Pusat

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:51 WIB

Hebat! 23 Mahasiswa Sorong Lolos Masuk ‘Kawah Candradimuka’ Pertamina

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:22 WIB

Tragedi Tali Kuning di Blandar Rumah Blora: Ibu Nekat Akhiri Hidup demi Anak Masuk Ponpes

Berita Terbaru

Pendidikan

Wisuda PEM Akamigas: Anak Cepu Pembuka Jalan

Senin, 20 Jul 2026 - 02:43 WIB