ANTARAKITA.CO.ID, BLORA — Malam puncak Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (29/7/2026), resmi melahirkan pasangan pengabdi baru. Rizky Akbar Putra Basyari dari PIK-R Gemilang SMA Negeri 1 Blora dan Salsabila Hidayatul Kamilah dari PIK-R Tunas Cahaya Kecamatan Blora berhasil menyabet gelar utama sebagai Duta GenRe Kabupaten Blora 2026.
Penobatan simbolis dilakukan langsung oleh Bunda GenRe Kabupaten Blora, Ainia Shalichah. Momen tersebut menandai dimulainya masa bakti kedua remaja terpilih tersebut untuk menjadi agen perubahan, konselor sebaya, sekaligus duta edukasi bagi seluruh remaja di wilayah Kabupaten Blora.
Proses seleksi tahun ini berlangsung sangat ketat. Rizky dan Salsabila berhasil mengungguli delapan pasangan finalis lainnya melalui serangkaian penilaian komprehensif. Para dewan juri menguji berbagai aspek krusial, mulai dari kemampuan komunikasi publik, pemahaman wawasan kependudukan, jiwa kepemimpinan, kapabilitas advokasi, hingga keberlanjutan inovasi program kerja yang ditawarkan.
Persaingan Ketat dan Daftar Pemenang
Selain menobatkan Juara I, dewan juri juga menetapkan jajaran pemenang lainnya yang tidak kalah berprestasi:
Juara I Putra: Rizky Akbar Putra Basyari (PIK-R Gemilang SMAN 1 Blora)
Juara I Putri: Salsabila Hidayatul Kamilah (PIK-R Tunas Cahaya Kec. Blora)
Juara II Putra: Raffa Pramudya Putra Yoga (PIK-R Muda Gemilang Kec. Cepu)
Juara II Putri: Dewangga Anjanisrina (PIK-R Smantun SMAN 1 Tunjungan)
Juara III Putra: Lintang Bayu Pinasthika (PIK-R Idaman SMAN 2 Blora)
Juara III Putri: Niha Permatasari (PIK-M Kampus 4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang)
Ajang tahunan ini diikuti oleh 18 finalis (sembilan pasang putra dan putri) yang merupakan perwakilan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta PIK Mahasiswa (PIK-M) dari berbagai sekolah, kampus, dan kecamatan di Blora.
Inovasi Program Pemenang: Mewujudkan Generasi Cerdas dan Sehat
Dalam sesi presentasi advokasi, Rizky Akbar membawa gagasan besar mengenai kesiapan remaja di era digital. Ia menawarkan empat program kerja prioritas, yakni Remaja Cerdas Digital, Sekolah Berencana, penyelenggaraan kompetisi berbasis GenRe untuk mengasah kreativitas, serta program SAPA (Sapa Anak, Sapa Remaja, Sapa Dewasa, Sapa Lansia, dan Sapa Disabilitas) untuk memupuk kepedulian sosial lintas generasi.
“Sebagai masyarakat yang sehat, cerdas, dan ceria, tentu kita memiliki mimpi besar untuk mewujudkan masa depan yang gemilang. Namun, mimpi itu membutuhkan pendampingan dan agen perubahan yang tepat,” ungkap Rizky tegas.
Sementara itu, Salsabila Hidayatul Kamilah menyoroti isu krusial terkait kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2025, tercatat ada 52 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blora. Data ini mendorong Salsabila menciptakan inovasi bertajuk SERASI (Sehat Reproduksi Remaja Sadar Diri).
Melalui SERASI, Salsabila memanfaatkan media puzzle edukatif interaktif untuk mempermudah remaja memahami kesehatan reproduksi, pentingnya pendewasaan usia perkawinan, serta perencanaan masa depan. Program ini bahkan telah diimplementasikan di tingkat desa dan kelurahan melalui kolaborasi bersama Balai Penyuluh KB, TP PKK, dan Forum GenRe Kecamatan Blora.
Dukungan BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Blora
Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, menjelaskan bahwa BKKBN kini berfokus pada peningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan SDM. Dengan proporsi penduduk usia produktif Blora yang mencapai 63,7 persen, ia menegaskan pentingnya mengelola bonus demografi secara bijak agar menjadi kekuatan, bukan beban di masa depan.
Dukungan senada disampaikan oleh Bupati Blora Arief Rohman melalui Sekda Blora, Komang Gede Irawadi. Pemkab Blora berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi Duta GenRe untuk menjadi mitra strategis pemerintah.
“Saya memohon kepada adik-adik GenRe agar aktif memberikan saran dan masukan. Perspektif segar dari generasi muda sangat kami butuhkan agar kebijakan yang lahir semakin relevan dan mampu menjawab tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sekda Komang. (*)











